Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memaparkan sejumlah langkah evaluasi yang dilakukan imbas masih maraknya keracunan makanan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.
Salah satunya adalah menurunkan kapasitas target produksi porsi MBG di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan untuk menekan kasus keracunan MBG, telah menginstruksikan menurunkan jumlah penerima manfaat di setiap dapur SPPG dari semula 3-4 ribu, menjadi 2-2,5 ribu.
Kedua, rapid test terhadap bahan baku makanan dan hasil makanan. Ketiga, pihaknya akan menyediakan alat sterilisasi untuk ompreng atau food tray.
"Kemudian, banyak kejadian itu dari air. Jadi kami sekarang menginstruksikan ke seluruh SPPG agar menggunakan air untuk masak yang sudah bersertifikat," kata Dadan di program Setahun Prabowo-Gibran CNN Indonesia, Senin (20/10).
"Nah itu upaya-upaya yang kami lakukan," imbuh Dadan.
Selain itu, dia mengatakan jumlah kasus keracunan pangan karena MBG di Indonesia sejauh ini 46 persen. Sisanya, sebesar 54 persen, kata dia, kasus keracunan disebabkan hal lain yang tidak diberitakan.
"Perlu saya jelaskan juga bahwa kasus keracunan pangan di Indonesia, itu tidak hanya dari MBG. Sekarang itu 46 persen, keracunan disumbang oleh MBG, ya tapi yang 54 persennya kan tidak diberitakan," kata Dadan.
Dia mencontohkan kasus keracunan pada siswa di Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat pada Jumat (17/...