BOGOR — Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Pusat menegaskan langkah strategis untuk memperkuat ideologi kebangsaan di media massa. FWK menilai fondasi ideologi di ruang pemberitaan masih lemah dan perlu diperjelas agar media tetap berpegang pada kepentingan nasional.
“FWK akan terus mengampanyekan ideologi kebangsaan untuk wartawan, supaya media memiliki ideologi yang kuat,” kata Pendiri FWK, Hendry Ch. Bangun, dalam rapat Pra-Kongres FWK di Bogor, Sabtu, 29 November.
Hendry menegaskan langkah FWK sejalan dengan visi organisasi yang menempatkan kedaulatan bangsa dan komitmen pada NKRI sebagai pijakan utama. “Independen, tapi berwawasan kebangsaan,” ujarnya.
Mantan Ketua Umum PWI Pusat itu menuturkan, pengalaman panjangnya sebagai wartawan olahraga membuatnya memahami langsung bagaimana nasionalisme diuji ketika meliput pertandingan yang melibatkan tim Indonesia. “Di stadion, ketegangan itu terasa jelas,” katanya.
Rapat dipimpin Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane, dan dimoderatori Ketua Panitia Pra-Kongres Dr. Budi Nugraha. Sejumlah wartawan senior hadir, di antaranya Yesayas Oktavianus, Untung Kurniadi, AR Loebis, Sayid Iskandarsyah, Rita Sri Hastuti, Mohammad Nasir, Herwan Pebriansyah, Dadang Rachmat, Edi Kuswanto, Abdulillah Pahresi, Berman Nainggolan L Radja, Herry Sinamarata, dan Rudy Sitompul.
Untung Kurniadi mengusulkan FWK memperluas ruang kampanye ideologi melalui diskusi kebangsaan dan produksi podcast. “Tokoh di dalam dan luar FWK bisa diwawancarai,” ujarnya.
Hendry menekankan FWK berbicara berdasarkan data. Raja menambahkan, FWK akan bekerja sama dengan lembaga riset kampus dan memperkuat jaringan dengan membentuk...