Aksi unjuk rasa tolak UU TNI masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Gelombang demo UU TNI ini makin meluas. Berbagai lapisan masyarakat khawatir UU ini bisa melemahkan masyarakat sipil.
Dilansir dari berbagai sumber, massa demo tolak UU TNI sudah digelar sejak Kamis (20/3) sampai Kamis (27/3) kemarin. Massa tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Solo, Makassar, Lumajang, sampai NTT. Berikut rangkuman aksi unjuk rasa penolakan UU TNI di berbagai daerah.
Jakarta

Demo UU TNI Jakarta/Foto: Detikcom/Ari Saputra
Pada Kamis (20/3) massa melakukan demonstrasi di depan gedung DPR. Mereka menolak pengesahan revisi UU TNI. Massa merasa bahwa pembahasan RUU TNI sangat tidak transparan. Salah satu orator berpidato dengan tegas, "Kami tidak memiliki draft resmi sama sekali." Dia menegaskan bahwa proses ini tidak etis. Rakyat harus bersatu untuk menegakkan supremasi sipil.
Setelah UU TNI disahkan, aksi ini terus berlanjut. Dilansir dari akun X @barengwarga, pada Kamis (27/3), mahasiswa dan masyarakat sipil kembali turun ke jalan. Namun, belum ada perwakilan DPR yang menemui massa aksi.
Pada jam 18:30, situasi semakin tegang. Massa berhamburan lari setelah polisi diduga memukul mundur mereka. Beberapa dari mereka mengalami masalah dengan aplikasi WhatsApp setelah insiden tersebut. Ada juga laporan mengenai beberapa teman yang tertangkap, meski jumlahnya belum jelas.
Informasi terakhir menunjukkan tiga orang luka parah dan dilarikan ke rumah sakit. Situasi semakin mendesak ketika intel polisi diduga terlihat membawa pistol. Setelah dihadang oleh massa, terdengar suara tembakan. Ini menambah ketegangan dalam aksi yang sudah panas.