Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas melemah setelah sempat mendekati level tertinggi dalam hampir dua pekan, di tengah penilaian investor atas peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025.
Melansir Reuters pada Jumat (28/11/2025), harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$4.157,29 per troy ounce. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember 2025 juga terkoreksi 0,2% ke level US$4.154,30 per ounce.
“Kami masih memperkirakan fase konsolidasi yang dimulai sejak koreksi pada Oktober [2025] akan berlanjut karena dampak dari penurunan tersebut belum sepenuhnya mereda,” ujar analis Julius Baer, Carsten Menke.
Sejak menyentuh rekor tertinggi US$4.381,21 pada 20 Oktober 2025, harga emas telah melemah sekitar 5%, tetapi masih bergerak di atas level kunci US$4.000 per ounce.
Menke menambahkan, faktor-faktor yang mendukung pasar emas relatif tidak berubah, termasuk perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mendorong suku bunga lebih rendah dan pelemahan dolar AS, permintaan aset aman yang tetap kuat, serta pembelian agresif oleh bank sentral.
Sinyal yang saling bertentangan dari Federal Reserve (The Fed) mengenai waktu dan besaran pemangkasan suku bunga mempercepat arus lindung nilai ke instrumen swaption dan derivatif berbasis suku bunga overnight.
Kevin Hassett, yang muncul sebagai kandidat terkuat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed, sejalan dengan Presiden Donald Trump dalam mendorong penurunan suku bunga.
...