Liputan6.com, Dodoma - Sebuah helikopter jatuh di Gunung Kilimanjaro, Tanzania, Rabu malam, menewaskan lima orang. Insiden terjadi di salah satu jalur pendakian wisata paling populer di gunung tertinggi di Afrika tersebut.
Polisi setempat mengatakan helikopter itu tengah menjalankan misi evakuasi medis untuk menjemput seorang pasien di gunung. Dua warga negara asing yang dievakuasi dilaporkan termasuk di antara korban tewas. Selain itu, seorang dokter lokal, seorang pemandu wisata, dan pilot helikopter juga meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Kecelakaan terjadi di antara Kamp Barafu dan Puncak Kibo, pada ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut, dikutip dari lamanĀ ctvnews, Jumat (26/12/2025).
Komandan Kepolisian Wilayah Kilimanjaro, Simon Maigwa, menyatakan helikopter tersebut milik Kilimanjaro Aviation, perusahaan yang menyediakan layanan evakuasi medis serta penerbangan lainnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Polisi menyebutkan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses identifikasi dan pengumpulan data awal selesai dilakukan.
Otoritas Penerbangan Sipil Tanzania pada Kamis mengonfirmasi telah membuka penyelidikan sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional untuk mengetahui kronologi serta kemungkinan penyebab kecelakaan.
Kecelakaan pesawat di kawasan Gunung Kilimanjaro tergolong jarang. Insiden terakhir yang tercatat terjadi pada November 2008, ketika sebuah kecelakaan serupa menewaskan empat orang.
Kebakaran terjadi di Bukit Kifunika, Gunung Kilimanjaro. Api berhasil dihentikan penyebarannya oleh 500 sukarelawan.