Jakarta -
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menjadi perusahaan ketiga yang mencatatkan sahamnya atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (8/1/2025). Adapun dana segar IPO sebesar Rp 624,46 miliar dari aksi korporasi ini.
Direktur Utama RATU, Alexandra Sinta Wahjudewanti mengatakan, dana yang diperoleh dari IPO akan dialokasikan untuk mengoptimalkan kerja perusahaan di sektor pertambangan minyak dan gas bumi (migas).
"Di beberapa tahun ke depan, jadi kita masih fokus di migas. Kalau untuk produksi kami tergantung pada Blok Cepu dan Blok Jabung," kata Sinta kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, grup perseroan tengah berada di posisi prima untuk mendukung kebutuhan energi. Bahkan Sinta mengaku, perseroan juga menargetkan peluang pertumbuhan dalam transisi energi.
Ia meyakini potensi industri migas masih menjadi modal bagi perseroan untuk terus tumbuh. Sinta mengatakan, pihaknya memiliki beberapa tahap dengan fokus pengembangan dan pertumbuhan perusahaan di sektor investasi hulu migas.
Dalam hal ini, RATU akan melanjutkan Blok Cepu dan Blok Jabung untuk mengoptimalkan pendapatan. Hal itu dapat dilakukan melalui pemantauan insentif produksi dan pengembangan lapangan oleh mitra tercatat, yakni ExxonMobil Cepu Ltd. dan PetroChina International Jabung Ltd.
Kedua blok tersebut, kata Sinta, perusahaan anak dan asosiasi RATU memproduksi komoditas migas hingga 1,2 MMBOE per tahun, yang menjadi dasar proyeksi pendapatan jangka panjang.
"Perseroan akan senantiasa mengoptimalkan pendapatan bagi hasil dari blok-blok tersebut hingga mencapai batas keekonomian atau berakhirnya masa konsesi," tutupnya.
Sebagaimana diketahui, RATU resmi melakukan pencatatan saham atau IPO di BEI pada Rabu (8...