Liputan6.com, Hodeidah - Serangan udara dahsyat mengguncang kota pelabuhan Hodeidah di Laut Merah sehari setelah para pejabat Israel bersumpah akan membalas dendam atas pesawat tak berawak yang menyerang Tel Aviv.
Serangan udara menghantam kilang minyak dan infrastruktur listrik, sehingga memicu kebakaran besar. Ini adalah serangan langsung pertama ke Yaman sejak pemberontak Houthi di sana mulai menargetkan Israel dengan rudal dan drone tahun lalu.
Semua serangan tersebut berhasil dihadang, hingga serangan hari Jumat (19/7/2024) di Tel Aviv menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 10 orang.
Saluran televisi Almasirah, yang dijalankan oleh gerakan Houthi Yaman, mengatakan pada Sabtu (20/7) malam bahwa serangan udara menargetkan kota tersebut.
Gambar yang beredar di media sosial, belum dapat segera diverifikasi, menunjukkan kepulan asap dan api di dekat pelabuhan. Almasirah mengatakan tiga orang tewas dan 87 luka-luka dalam serangan terhadap fasilitas minyak tersebut.
Israel Defense Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (21/7/2024) mengatakan jet tempurnya menyerang sasaran militer di Pelabuhan Hodeidah di Yaman “sebagai tanggapan atas ratusan serangan yang dilakukan terhadap negara Israel dalam beberapa bulan terakhir”.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pada malam harinya bahwa pelabuhan tersebut menjadi sasaran karena digunakan “untuk tujuan militer”.
* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.