Chia seed adalah biji-bijian kecil yang diperoleh dari tanaman Salvia hispanica yang banyak tumbuh di Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Chia seed telah dikonsumsi selama berabad-abad sejak zaman Suku Aztec dan Suku Maya. Tetapi, selama beberapa tahun terakhir, chia seed menjadi sangat populer sebagai makanan super.
Meskipun ukurannya kecil, chia seed memiliki kandungan nutrisi penting yang sangat tinggi. Chia seed juga memiliki rasa yang lembut dan agak hambar. Tak heran jika makanan ini kerap ditambahkan ke dalam berbagai jenis makanan dan minuman, seperti yogurt, sereal, puding, salad, atau smoothie.
Manfaat chia seed sebagai bagian dari diet sehat dan membantu meningkatkan kesehatan bisa dirasakan bila dikonsumsi secara rutin dalam jumlah yang seimbang. Supaya kamu tidak keliru, berikut panduan mengonsumsi chia seed yang benar.
Nutrisi Chia Seed

Puding chia/Foto: Freepik.com/agent_lavender
Chia seed dianggap sebagai salah satu superfood karena sangat bergizi. Merujuk Healthline, dalam 28 gram atau 2 sendok makan biji chia saja terkandung sejumlah protein, lemak, asam alfa-linolenat (ALA), karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosor, seng, vitamin B1, dan vitamin B3.
Chia seed merupakan sumber asam lemak omega-3 tertinggi, yang dikenal dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung. Chia seed juga menyediakan protein nabati, serat yang baik untuk usus, dan senyawa antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Protein dan serat keduanya terbukti membantu menurunkan berat badan.
...