Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah korban tewas akibat kebakaran di kompleks hunian Wang Fuk Court, Hong Kong, bertambah menjadi 83 korban jiwa, menjadikannya insiden paling mematikan dalam puluhan tahun dan memicu investigasi kriminal serta peninjauan ulang atas proyek renovasi besar di kota tersebut.
Melansir Bloomberg pada Jumat (28/11/2025), Wakil Direktur Dinas Pemadam Kebakaran Hong Kong Derek Chan mengatakan operasi pemadaman hampir rampung dan pihaknya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh ke seluruh unit di tujuh gedung untuk memastikan tidak ada korban yang masih terjebak.
“Operasi ini diperkirakan selesai pukul 09.00 waktu setempat pada Jumat,” ujarnya dalam konferensi pers Jumat (28/11/2025) dini hari.
Jumlah pasti penghuni yang belum ditemukan masih belum jelas setelah kobaran api melalap kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, kawasan yang sebelumnya dihuni sekitar 4.600 orang. Otoritas akan memastikan angka tersebut setelah pencarian dan penyelamatan tuntas.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) sore itu baru berhasil dikendalikan pada Kamis (27/11/2025), meski api kecil masih terlihat di beberapa unit apartemen. Insiden bermula dari bagian perancah bambu yang dipasang untuk proyek renovasi senilai 315,5 juta dolar Hong Kong (US$40,6 juta), sebelum dengan cepat merambat ke deretan gedung tinggi yang saling berdekatan.
Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong, John Lee mengunjungi lokasi bencana pada Kamis (27/11/2025). Dia sebelumnya memerintahkan inspeksi kota secara menyeluruh terhadap seluruh kawasan hun...