Kamala Harris saat bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: timesofisrael)
WASHINGTON - Partai Demokrat belum menentukan sikap setelah Joe Biden mundur sebagai kandidat Calon Presiden Amerika Serikat (AS). Tapi sudah ada satu nama yang santer disebut yaitu Kamala Harris yang menjadi Biden di pemerintahan sekarang. Dukungan juga telah diberikan Biden untuk Kamala Harris melawan Donald Trump.
Munculnya nama wanita kelahiran 1946 tersebut menjadi penting terkait relasi Harris dalam konflik Israel-Palestina. Media Israel kemudian memunculkan artikel terkait bagaimana sikap mantan Jaksa Agung San Fransisco itu dalam menyikapi persoalan Palestina-Israel.
Seperti yang ditulis The Jerusalem Post yang mengatakan jika, "Harris lebih vokal dalam menyuarakan bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza selama perang sembilan bulan, dengan mengatakan pada awal Maret bahwa "Orang-orang di Gaza sedang kelaparan."
Menurut media Israel tersebut, Harris juga menyatakan; Bahwa penderitaan warga Palestina di Gaza harus diakhiri melalui peningkatan pengiriman makanan dan gencatan senjata selama enam minggu yang disertai dengan kesepakatan penyanderaan, wakil presiden tersebut menyatakan bahwa "kondisinya tidak manusiawi, dan kemanusiaan kita bersama memaksa kita untuk bertindak."
Harris juga meminta Israel untuk “berbuat lebih banyak” guna memastikan pengiriman bantuan, termasuk membuka jalur penyeberangan darat tambahan ke Gaza, seraya menambahkan bahwa “tidak ada alasan” dalam hal ini. The Jerusalem Post menyorot orang di sekitar Harris. Seperti Greenberg Call seorang organisator Kaukus Iowa untuk kampanye utama Harris.
Menurut tulisan tersebut, Call menjadi pejabat politik Yahudi per...