Kanada Siap Tangkap Benjamin Netanyahu, Israel Desak PM Mark Carney Ubah Keputusannya

Liputan6.com, Ottawa - Perdana Menteri (PM) Mark Carney mengatakan pada Minggu (19/10/2025), di bawah kepemimpinannya, Kanada akan menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika ia melakukan perjalanan ke negaranya.

Pada November 2024, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Carney mengonfirmasi kebijakannya dalam wawancara dengan Bloomberg. Ia menjawab "Ya" saat ditanya apakah dirinya siap untuk menangkap Netanyahu. Demikian seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.

Pada Desember 2023, Afrika Selatan mengajukan gugatan bersejarah terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ), menuduh negara tersebut melanggar Konvensi Genosida 1948 dalam perang di Gaza. Lalu antara Januari dan Mei 2024, ICJ mengeluarkan tiga putusan sementara yang memerintahkan Israel menghentikan tindakan genosida, mengakhiri operasi militernya, serta memastikan akses kemanusiaan ke wilayah Gaza.

Pada 21 September, menjelang Sidang Umum PBB, Kanada secara resmi mengakui negara Palestina, bersamaan dengan pengumuman serupa dari Inggris, Australia, dan Portugal. Langkah tersebut segera diikuti oleh Prancis, Belgia, Luksemburg, Malta, Monako, dan Andorra pada 22–23 September.

Melansir The Jerusalem Post, pemerintah Israel dilaporkan mendesak Carney, untuk membatalkan komitmennya menegakkan surat perintah penangkapan ICC.

"Kami percaya bahwa PM Carney seharusnya, tentu saja, mempertimbangkan kembali hal ini dan menyambut PM Netanyahu — pemimpin satu-satunya negara Yahudi dan negara demokratis di Timur Tengah — di Kanada," kata juru bicara pemerintah Israel Shosh Bedrosian kepada para wartawan.