Liputan6.com, Jakarta - Setelah Paus Fransiskus meninggal, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo mengenang sosoknya sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi kesederhanaan, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam pendekatannya terhadap umat.
Menurut Kardinal Suharyo, nilai kesederhanaan tersebut sangat terasa saat Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke Indonesia pada 4-6 September 2024.
"Kesederhanaan itu tidak hanya tampak ketika beliau berkunjung ke Indonesia, tapi juga sangat jelas di pusat Gereja, di Vatikan," ujar Kardinal Suharyo dalam konferensi pers di Gereja Katedral, Senin (21/4/2025).
Selama kunjungannya ke Indonesia, Paus Fransiskus memilih kendaraan yang umum digunakan masyarakat, bukan mobil mewah sebagaimana lazimnya kepala negara atau pemimpin besar dunia.
"Mobil yang beliau pakai itu tahun lama. Beliau kepala negara, tetapi pilihannya seperti itu. Sangat sederhana," kata Kardinal Suharyo.
Tak hanya dari kendaraan, kesan mendalam juga muncul dari cara Paus berinteraksi. Kardinal Suharyo mengisahkan bagaimana Paus lebih memilih bergabung bersama para uskup dalam jam istirahat minum daripada menempati ruangan khusus.
Bahkan, dalam Sinode Para Uskup sedunia, Paus Fransiskus kerap datang lebih awal untuk menyambut peserta satu per satu, sebuah kebiasaan yang belum pernah dilakukan para Paus sebelumnya.
"Beliau bisa bergurau, sangat ramah, dan tidak segan berbicara akrab bahkan dengan sopir. Saya pernah satu mobil dengan beliau dua kali, beliau sangat senang berada di Indonesia," kenang Kardinal Suharyo.