Liputan6.com, Tokyo - Kecanggihan kecerdasan buatan masa kini benar-benar memudahkan pekerjaan manusia yang menggunakan beragam teknologi.
Di Jepang, AI menjadi guru pendamping untuk memberikan pembelajaran kepada siswa yang berisiko bolos sekaligus melestarikan kisah sejarah penting lainnya.
Pada tahun 2023, Jepang meluncurkan program percontohan untuk menguji Artificial Intelligence (AI).
Program ini bertujuan untuk memprediksi siswa yang berisiko membolos, dan memberikan dukungan pencegahan sejak dini di Kota Toda, Prefektur Saitama, dekat Tokyo, dilansir dari Japan Today, Rabu (22/10/2025).
Inisiatif ini dimulai dengan melatih AI menggunakan berbagai data seperti riwayat ketidakhadiran, catatan pemeriksaan kesehatan, dan hasil survei mengenai akademik siswa.
Tidak hanya itu, pemerintah Kota Toda juga mengeluarkan pedoman etika yang melarang segala bentuk diskriminasi atau perlakuan tidak adil berdasarkan hasil analisis AI.