- Kisah seorang guru MI Darul Masholeh di Kabupaten Cirebon yang hanya menerima gaji sekitar Rp 350 ribu per bulan.
- Penghasilannya yang minim membuatnya sempat kesulitan membeli bensin untuk berangkat bekerja.
- Demi menafkahi keluarga, ia harus menjalani tiga pekerjaan sekaligus.
TRIBUNTRENDS.COM - Nono Suharyono, seorang guru di Madrasah Ibtidaiyah Darul Masholeh, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan karena kisah hidupnya yang penuh ketulusan.
Selama bertahun-tahun, ia hanya menerima gaji sekitar Rp350 ribu per bulan.
Meski begitu, penghasilannya yang sangat minim tidak pernah mengurangi semangatnya dalam mengajar dan membimbing para siswa.
Baca juga: Sosok Nur Rifa, Wisudawan Terbaik Unesa, Bahas Gaji Dosen di Skripsi, Baharuddin Lopa Jadi Inspirasi
Dedikasi Nono yang luar biasa membuatnya dikenal sebagai sosok guru yang membawa perubahan nyata bagi lingkungan sekolahnya.
Keikhlasan dan keteguhan hatinya akhirnya diapresiasi oleh Kementerian Agama, yang menetapkannya sebagai salah satu guru inspiratif.
Sebagai pengajar mata pelajaran PJOK di MI Darul Masholeh, Nono selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya.
Di luar jam mengajar, ia masih berusaha mencari penghasilan tambahan dengan membuka jasa laundry serta membantu memperbaiki telepon seluler warga sekitar.
Kerja keras itu terus ia lakukan tanpa keluhan, hingga akhirnya menarik perhatian banyak pihak.
Pada Senin (24/11/2025), rumah sederhana Nono mendadak ramai oleh kedatangan Wakil Menteri Agama, Romo H.R. Muhammad Syafi’i, yang ingin bertemu langsung dan memberikan apresiasi atas perjuangannya.
Kisah Nono menjadi inspirasi tentang bagaimana ketulusan dan kegigihan seorang pendidik bisa membuka jalan untuk perubahan dan perhatian dari banyak pihak.
