Liputan6.com, Hong Kong - Kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan umum di Tai Po, Hong Kong, telah menewaskan sedikitnya 55 orang. Jumlah ini bertambah setelah sebelumnya laporan otoritas setempat menyebut ada 44 orang yang tewas.
Insiden kebakaran sekaligus menjadi peristiwa mematikan di kota itu dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah kini melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab tragedi, termasuk dugaan penggunaan material bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Hingga Kamis (27/11/2025), sekitar 280 orang masih dinyatakan hilang, sementara upaya pencarian dan evakuasi korban kebakaran terus berlangsung di tiga blok hunian yang masih dilalap api di Wang Fuk Court.
Api yang sebelumnya berkobar di empat dari tujuh blok bangunan telah berhasil dikendalikan, namun di tiga blok lain api masih terlihat pada lantai atas gedung berlantai 31, dikutip dari laman SCMP, Kamis (27/11).
Sebanyak 76 orang dirawat di rumah sakit, dengan 15 di antaranya kritis dan 28 lainnya dalam kondisi serius.
Penyelidikan awal mengungkap adanya penggunaan styrofoam yang mudah terbakar sebagai penyegel jendela lift di setiap lantai. Bahan tersebut diduga mempercepat penyebaran api melalui koridor dan masuk ke unit-unit apartemen. Petugas juga menemukan jaring serta lembaran pelindung luar gedung yang tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.
Polisi Hong Kong telah menangkap tiga orang, yakni dua direktur dan seorang konsultan kontraktor yang bertanggung jawab atas renovasi gedung tersebut. Mereka diduga melakukan pembunuhan karena menggunakan material renovasi tidak sesuai standar dan turut memicu cepatnya penyebaran api.
Sedikitnya 36 orang tewas dalam kebakaran besar yang melanda tujuh gedung apartemen bertingkat di sebuah kompleks perumahan di distrik Tai Po, Hong Kong. Otoritas setempat mengatakan sembilan korban ditemukan meninggal di lokasi, sementara empat lain...