Liputan6.com, Seoul - Korea Utara sedang membangun apa yang diyakini sebagai tembok di sejumlah tempat dekat perbatasannya dengan Korea Selatan. Demikian menurut gambar satelit baru.
Gambar yang dianalisis oleh BBC Verify menunjukkan bahwa ada pembukaan lahan di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) sisi Korea Utara.
DMZ adalah zona penyangga selebar 4 km antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang secara teknis masih berperang karena belum pernah menandatangani perjanjian damai. DMZ dibagi menjadi dua, dengan dikendalikan oleh negara masing-masing.
Kegiatan Korea Utara baru-baru ini tidak biasa, menurut para ahli, dan terjadi pada saat meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
"Saat ini kami hanya bisa berspekulasi bahwa Korea Utara berupaya memperkuat kehadiran militer dan benteng pertahanannya di sepanjang perbatasan," kata Shreyas Reddy, koresponden situs spesialis Korea Utara, NK News, yang berbasis di Seoul, seperti dilansir BBC, Jumat (21/6/2024).
Tanggal pasti dimulainya pembangunan tidak jelas karena kurangnya citra resolusi tinggi sebelumnya di daerah tersebut. Namun, struktur itu tidak terlihat pada gambar yang diambil pada November 2023.
"Penilaian pribadi saya adalah bahwa ini adalah pertama kalinya mereka membangun penghalang dalam arti memisahkan tempat satu sama lain," kata pakar militer dan pertahanan di Asan Institute for Policy Studies di Seoul Uk Yang kepada BBC.
"Pada tahun 1990-an, Korea Utara membangun tembok anti-tank untuk menghalangi gerak maju tank jika terjadi perang. Namun baru-baru ini, Korea Utara telah membangun tembok setinggi 2-3m, dan tembok tersebut tidak terlihat seperti tembok anti-tank."
Uk Yang menambahkan, "Bentuk dindingnya menunjukkan bahwa dinding tersebut bukan sekadar penghalang (untuk tank), namun dimaksudkan untuk membagi suatu area."