Liputan6.com, Damaskus - Hanya kurang dari 10 km dari pusat Kota Damaskus yang sibuk, di pinggiran Adra di arah barat laut, terdapat sebuah lahan gersang yang dipagari tembok semen.
Saat melintasi area ini, di sisi kiri, terlihat tim penyelamat dari organisasi kemanusiaan White Helmets tengah mencari kuburan massal.
Dalam beberapa hari terakhir, video-video tentang kuburan massal, tempat rezim Bashar al-Assad menguburkan orang-orang yang disiksa hingga mati di penjara-penjara Suriah, telah diunggah secara online.
Di Adra, tim White Helmets menemukan sebuah lubang kecil berisi kantong plastik putih besar yang terisi sisa-sisa jasad.
Sebuah pesan sederhana tertulis: "Tujuh jasad, kuburan kedelapan, tidak diketahui."
Tim mulai mengeluarkan sisa-sisa jasad, yang mereka kumpulkan. Sampel DNA dimasukkan terpisah dalam kantong mayat hitam untuk dokumentasi dan analisis lebih lanjut.
Ismael Abdullah, salah satu tim penyelamat, mengungkapkan beban berat yang mereka pikul.
"Ribuan orang hilang. Ini akan memakan waktu – sangat lama – untuk mendekati kebenaran tentang apa yang terjadi pada mereka," kata dia, seperti dikutip dari BBC (18/12/2024).
"Hari ini, setelah menerima panggilan tentang kemungkinan adanya kuburan massal, kami menemukan sisa-sisa tujuh warga sipil di tanah."
Dia menambahkan bahwa semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan "sehingga di masa depan kami dapat mengidentifikasi orang-orang yang dibunuh tersebut".
Tim ini termasuk sedikit orang yang telah dilatih untuk mendokumentasikan dan mengumpulkan bukti forensik.