Liputan6.com, Washington D.C - Seorang mahasiswa pascasarjana Cornell University yang visanya di Amerika Serikat dicabut karena melakukan aksi protes terhadap Israel telah memilih untuk meninggalkan AS daripada dideportasi.
Momodou Taal, yang merupakan warga negara gabungan Inggris dan Gambia, visa pelajarnya dicabut karena melakukan aksi protes di kampus tahun lalu saat perang Israel-Gaza berkecamuk.
Sebelumnya, Taal menggugat untuk memblokir deportasinya, tetapi pada hari Senin mengunggah di X bahwa ia telah memilih untuk meninggalkan negara itu "dengan bebas dan dengan kepala tegak". Hal itu terjadi setelah seorang hakim menolak permintaannya untuk menunda deportasinya.
Pemerintah Donald Trump menindak tegas mahasiswa internasional yang aktif dalam aksi protes terhadap Israel di kampus-kampus universitas, dikutip dari laman BBC, Selasa (1/4/2025).
Taal setidaknya merupakan mahasiswa internasional kedua yang memilih untuk meninggalkan AS setelah menjadi sasaran deportasi oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
Pemerintahan Trump mengidentifikasi kasus-kasus ini sebagai "deportasi mandiri". "Mengingat apa yang telah kita lihat di seluruh Amerika Serikat, saya kehilangan keyakinan bahwa putusan pengadilan yang menguntungkan akan menjamin keselamatan pribadi dan kemampuan saya untuk mengekspresikan keyakinan saya," tulis Taal di X pada hari Senin.
"Saya kehilangan keyakinan bahwa saya bisa berjalan di jalan tanpa diculik. Setelah mempertimbangkan pilihan-pilihan ini, saya mengambil keputusan untuk pergi dengan cara saya sendiri."
Taal diskors dua kali oleh Cornell, sebuah sekolah Ivy League di bagian utara New York, karena aktivitas protes. Pada hari serangan Hamas terhadap Israel pada tahun 2023, ia menulis: "Kemuliaan bagi Perlawanan."
"Kami bersolidaritas dengan perlawanan bersenjata di Palestina dari sungai hingga laut," katanya kemudian kepada kerumunan pengunjuk rasa, menurut surat kabar The Cornell Daily Sun.
Sejumlah massa buruh dan mahasiswa menduduki pelataran gedung Kedubes AS di Medan Merdeka Selatan. Massa tersebut merupakan konsentrasi massa yang pecah setelah dipukul mundur aparat dari sekitaran patung kuda. Sebagian pedemo melakukan aksi vandali...