Jakarta -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut jumlah investor pasar modal Indonesia di tahun 2024 meningkat 21,77%. Berdasarkan data yang dikutip dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal Indonesia per tanggal 24 Desember 2024 sebanyak 14,817 juta dari 12,168 juta orang di tahun 2023.
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Aditya Jayaantara menuturkan, data Single Investor Identification (SID) bukan merupakan penjumlahan dari masing-masing SID di C-BEST, S-INVEST (Reksa Dana dan produk investasi lainnya), Surat Berharga Negara, dan tidak termasuk Tapera.
Ia menyebut, setiap investor hanya memiliki satu SID untuk beragam instrumen investasi di Pasar Modal yang mencakup saham, obligasi korporasi, SBN, reksa dana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkembangan ini menegaskan berasal upaya inklusi pemanis yang kita lakukan bersama-sama," kata Aditya dalam Konferensi Pers Peresmian Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2024, di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024).
Menariknya, kata Aditya, jumlah investor pasar modal di Indonesia didominasi usia 30 tahun ke bawah dengan persentase 54,92%. Adapun total aset dari investor di rentang usia ini mencapai Rp 53,83 triliun.
Selain itu, Aditya juga menyebut ada investor pasar modal di rentang usia 31 hingga 40 tahun dengan persentase 24,41% dan nilai aset Rp 272,60 triliun. Sedangkan investor di rentang usia 41 hingga 50 sebanyak 12% dengan nilai aset Rp 198,10 triliun.
Sementara itu, tercatat pula investor pasar modal di rentang usia 51 hingga 60 tahun sebanyak 5,71% dengan nilai aset Rp 288,33 triliun. Terakhir, investor berusia 60 tahun ke atas 2,96% dengan nilai aset Rp 865,48 triliun.
"Di bawah umur 30 tahun dengan nilai ase...