Jakarta (ANTARA) - Saat musim hujan tiba, tak sedikit orang dibuat resah dengan kehadiran hewan kecil bersayap yang beterbangan mengerubungi cahaya lampu, hewan ini bernama laron.
Merupakan serangga musiman yang sering dianggap pengganggu, namun ternyata menyimpan banyak fakta menarik. Meski terlihat sepele, laron memiliki peran penting dalam ekosistem dan menjadi bagian dari siklus hidup rayap yang unik.
Lalu, sebenarnya apa itu laron? Dari mana mereka berasal, dan mengapa hanya muncul di waktu tertentu? Untuk memahami lebih jauh tentang hewan laron, berikut penjelasan lengkapnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Baca juga: BMKG: Hujan lebat bisa terjadi tiba-tiba di Pulau Jawa dalam sepekan
Mengenal hewan laron
Laron merupakan bentuk dewasa dari rayap yang sudah memiliki sayap, dan sering kali muncul saat musim hujan tiba. Serangga ini dikenal juga sebagai “rayap bersayap” karena kemampuannya terbang hanya terjadi pada fase tertentu dalam siklus hidupnya.
Kemunculan laron biasanya terjadi secara berkelompok setelah hujan pertama turun, sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah “nuzul laron”. Dalam momen ini, ribuan laron keluar dari sarangnya dengan tujuan mencari pasangan.
Mengutip dari Grid.id, laron termasuk serangga dengan usia yang relatif singkat. Setelah proses kawin selesai, laron jantan akan mati, sementara betina akan melepaskan sayapnya dan mulai mencari lokasi baru untuk membangun koloni.
Dalam ekosistem, laron memiliki peran penting karena membantu menguraikan kayu dan material organik lain yang dikonsumsi oleh larva rayap. Mereka juga menjadi bagian dari rantai makanan, dikonsumsi oleh hewan seperti kelelawar dan burung.