Menhub Bicara Soal Nasib Harga Tiket Pesawat Usai Libur Nataru

Jakarta -

Pemerintah akan menerapkan diskon sebesar 10% untuk harga tiket pesawat selama periode Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024. Hal ini menyusul keluhan sejumlah pihak tentang harga tiket pesawat yang mahal.

Diskon diterapkan untuk pembelian tiket penerbangan domestik dan berlaku sejak 19 Desember s.d 3 Januari 2024. Lalu, bagaimana nasib harga tiket pesawat usai Nataru?

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, implementasi diskon tiket pesawat ini akan dievaluasi usai periode Nataru. Dengan demikian, ia belum bisa memastikan apakah diskon bisa dilanjut atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah Nataru nanti akan dievaluasi lagi," kata Dudy, ditemui usai Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024).

Saat ditanya terkait dengan potensi harga tiket kembali mahal usai Nataru, Dody tak berbicara banyak. Menurutnya, persoalan ini juga telah diperhitungkan bersama dengan PT Pertamina (Persero) selaku penyedia avtur.

"Kan kita menentukannya (diskon) dari Desember tanggal 19 s.d 3 Januari. Saya rasa dari Pertamina sudah memahami hal ini," ujarnya.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan telah melakukan rapat koordinasi lintas Kementerian/Lembaga (KL) dan stakeholder terkait. Dari rapat itu, dihasilkan agar diberikan dukungan instrumen terhadap kelas ekonomi penerbangan domestik.

Setidaknya, ada empat dukungan yang diberikan. Pertama, opsi penambahan jam bandar udara dan layanan navigasi penerbangan menjadi 24 jam. Kedua, potongan 50% untuk tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) dan pelayanan jasa pendaratan penempatan penyimpanan pesawat udara (PJP4U).

Ketiga, penurunan fuel surcharge dari 10% menjadi 2% untuk tipe jet dan dari 25% menjadi 20% untuk tipe propeller. Lalu yang keempat atau...