Liputan6.com, Athena - Menteri Luar Negeri Yunani George Gerapetritis mengatakan, Eropa memiliki tugas untuk menampung anak-anak yang terluka dan menderita trauma akibat perang di Gaza selama konflik di wilayah tersebut.
Gerapetritis tengah mencari mitra dalam program yang ia harapkan dapat menampung sementara anak-anak yang terdampak perang di Gaza di wilayah Uni Eropa.
Ia mengatakan bahwa dirinya telah membicarakan ide tersebut dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa pada minggu ini, dikutip dari laman VOA Indonesia, Jumat (21/6/2024).
"Kita harus menghadapi tragedi ini dengan jelas," kata Gerapetritis.
"Eropa seharusnya terbuka untuk menampung orang-orang yang terluka dari Gaza dan juga anak-anak yang kini terancam oleh kelaparan dan sejumlah bahaya lainnya."
Yunani terpilih menjadi anggota Dewan Keamanan PBB untuk periode 2025-2026 pada awal bulan ini, dan Gerapetritis percaya bahwa ikatan sejarah antara negaranya dengan dunia Arab akan memberikan Yunani kredibilitas sebagai perantara perdamaian.
Menteri berusia 56 tahun itu, yang telah menduduki jabatannya selama setahun terakhir, tidak mengatakan berapa banyak anak-anak yang dapat ditampung oleh Yunani maupun negara Uni Eropa lainnya. Namun, ia mengatakan bahwa isu tersebut tengah dibicarakan dengan otoritas Palestina.
Gerapetritis menekankan bahwa inisiatif tersebut tidak berkaitan dengan arus migrasi para migran yang tengah berlangsung.
Serangan Israel pada Kamis (6/6/2024) pagi terhadap sebuah sekolah yang menampung pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah menewaskan sedikitnya 30 orang, termasuk wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 70 orang.