Hidayatullah.com—Rich Tidwell, seorang pendeta Ormond Church di Canton, Missouri, memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas Kristiani setelah secara terbuka mengumumkan bahwa ia memiliki dua istri dan istri keduanya sedang mengandung anak kedelapan mereka, demikian kutip laman churchleaders.com.
Gereja kecil non-denominasi yang didirikan lebih dari satu dekade lalu ini menjadi sorotan karena sikap Tidwell yang tidak konvensional terkait poligami, yang ia bela sebagai sesuatu yang sesuai dengan Bibel.
Tidwell yang mendeskripsikan dirinya sebagai suami, ayah, apologet YouTube, polemikus, dan pengikut setia “The Way,” telah menikah dengan istri pertamanya, Brandi, selama lebih dari 14 tahun dan bersama mereka memiliki tujuh anak, termasuk beberapa anak adopsi.
Dalam pengumuman di Instagram pada Juni 2025, Tidwell mengungkapkan susunan keluarga barunya. “Nama saya Rich Tidwell, saya memiliki dua istri yang cantik, dan istri kedua saya sedang mengandung anak kedelapan kami! Kami sangat bersukacita atas apa yang Tuhan lakukan untuk keluarga kami,” merujuk pada Lukas 18:29-30.
Ia melanjutkan dengan sebuah artikel panjang di situs webnya berjudul “Poligami Bibeliah,” di mana ia berargumen bahwa Tuhan tidak pernah melarang poligami sepanjang narasi Bibel dan bahkan mengaturnya secara ilahi dalam beberapa kasus, termasuk Daud (2 Samuel 12:7-8), Yakub (Kejadian 30:18), dan Yoas (2 Tawarikh 24:2-3).
Tidwell membedakan poligami dari praktik seperti poliandri dan homoseksualitas yang dinyatakan secara eksplisit dilarang dalam Kitab Suci, sementara perkawinan majemuk diberikan regulasi ilahi, bukan larangan (Keluaran 21:10, Ulangan 21:15-17, Imamat 18:18).
Ajaran Tidwell memicu kontroversi, banyak pemimpin dan teolog Kristen menentang interpretasinya. Para kritikus menekankan ajaran Perjanjian Baru yang sangat menekankan monogami, terutama bagi pemimpin gereja, dengan merujuk pada ...