Netanyahu: Israel yang Tentukan Pasukan Asing untuk Amankan Gencatan Senjata Gaza

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pihaknya akan menentukan pasukan asing mana yang diizinkan masuk sebagai bagian dari pasukan internasional.

Dilansir dari Reuters, Minggu (26/10/2025), pasukan itu direncanakan masuk ke Gaza untuk membantu mengamankan gencatan senjata di bawah rencana Presiden AS Donald Trump.

Namun, masih belum jelas apakah negara-negara Arab dan negara-negara lain siap untuk mengirimkan pasukan, sebagian karena penolakan militan Hamas Palestina untuk melucuti senjata sebagaimana yang disyaratkan dalam rencana tersebut. Di sisi lain, Israel telah menyuarakan kekhawatiran tentang komposisi pasukan.

Meskipun pemerintahan Trump telah mengesampingkan pengiriman tentara AS ke Jalur Gaza, mereka telah berbicara dengan Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, Turki, dan Azerbaijan untuk berkontribusi pada pasukan multinasional tersebut.

"Kami memegang kendali atas keamanan kami, dan kami juga telah menegaskan mengenai pasukan internasional bahwa Israel akan menentukan pasukan mana yang tidak dapat kami terima, dan beginilah cara kami beroperasi dan akan terus beroperasi," kata Netanyahu.

Dia melanjutkan keputusan itu tentu saja dapat diterima oleh Amerika Serikat, sebagaimana yang telah disampaikan oleh pejabat senior dalam beberapa hari terakhir.

Israel, yang mengepung Gaza selama dua tahun untuk mendukung perang udara dan darat di daerah kantong itu melawan Hamas setelah serangan lintas perbatasan kelompok militan Palestina itu pada 7 Oktober 2023, terus mengendalikan semua akses ke wilayah tersebut.

Pekan lalu, Netanyahu mengisyaratkan bahwa dia akan menentang pasukan keamanan Turki di Gaza. Hubungan Turki-Israel yang dulu hangat membu...