Para pendukung mantan PM Pakistan Imran Khan sangat mengandalkan media sosial untuk menuntut pembebasannya dan menggunakan platform perpesanan seperti WhatsApp untuk berbagi informasi.
Pakistan pada Minggu (24/11) menangguhkan layanan seluler dan internet “di daerah-daerah yang keamanannya mengkhawatirkan” sewaktu para pendukung mantan perdana menteri yang dipenjarakan, Imran Khan, bersiap-siap melakukan protes di ibu kota.
Pemerintah dan Kementerian Dalam Negeri mengunggah pengumuman itu di platform media sosial X, yang dilarang di Pakistan. Mereka tidak merinci daerah-daerah yang dimaksud, juga tidak memberitahu berapa lama hal tersebut akan berlangsung.
“Layanan internet dan seluler akan terus beroperasi seperti biasa di seluruh wilayah negeri lainnya,” tulis unggahan itu.
Sementara itu, perusahaan telekom Nayatel mengirimkan email yang menawarkan kepada pelanggan “layanan sambungan telepon ...