PBB Peringatkan Bahaya Serius Persenjataan yang Belum Meledak di Gaza

JAKARTA - Badan Aksi Ranjau Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNMAS)memperingatkan ancaman serius yang ditimbulkan oleh persenjataan yang belum meledak di Jalur Gaza, Palestina, seiring dengan kembalinya masyarakat yang terlantar dan para pekerja bantuan ke daerah-daerah yang porak-poranda akibat pemboman Israel selama dua tahun terakhir.

Kepala UNMAS di Wilayah Pendudukan Palestina Luke David Irving menyoroti bahaya yang terus berlanjut yang ditimbulkan oleh sisa-sisa bahan peledak di wilayah kantong Palestina itu.

"Seiring masyarakat dan personel kemanusiaan kini bergerak melalui daerah-daerah terdampak, risiko ledakan menjadi sangat tinggi," kata Irving, melansir Arab News 22 Oktober.

"Kita tahu dari pengalaman puluhan tahun bahwa ketika banyak konflik berakhir, persenjataan peledak terus melukai dan membunuh. Gaza tidak terkecuali," tandasnya.

Lebih jauh ia mengatakan timnya telah mendokumentasikan banyak kasus cedera ketika orang-orang terpapar persenjataan yang belum meledak, tambahnya, termasuk lima anak yang terluka minggu lalu, dua di antaranya luka parah.

"Ini adalah salah satu dari ratusan kisah orang-orang, seringkali anak-anak, yang tewas dan menderita cedera yang mengubah hidup akibat benda-benda berbahaya ini," jelasnya.

Sejak Oktober 2023, UNMAS telah mencatat 328 insiden di Gaza di mana orang-orang terluka atau tewas akibat persenjataan yang belum meledak. Namun, jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

"Kami memperkirakan angka ini jauh lebih rendah dari yang dilaporkan," kata Irving.

"Semakin banyak orang yang terluka atau tewas akibat persenjataan yang berserakan di Gaza selama dua tahun terakhir," tambahnya.

Sejauh ini, tim UNMAS telah me...