Para pemimpin di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak penerapan cetak biru yang baru diadopsi untuk mengatasi berbagai tantangan global. Seruan tersebut disampaikan pada hari Senin (23/9), hari kedua dan terakhir dari KTT Masa Depan.
“Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. “Kita harus mendorong reformasi yang benar dan nyata – reformasi yang mendengarkan suara negara-negara berkembang dan menanggapi keprihatinan mereka.”
Ia menekankan bahwa KTT Pakta Masa Depan tersebut tidak boleh menjadi “seperangkat janji kosong tanpa hasil nyata di lapangan.”
“Keberhasilan umat manusia terletak pada kekuatan kolektif kita, bukan di medan perang,” kata Perdana Menteri India Narendra Modi. “Dan untuk perdamaian dan pembangunan global, reformasi di lembaga-lembaga global sangat penting. Reformasi adalah kunci relevansi.”
Pakta tersebut me...