Liputan6.com, Beijing - Seorang miliarder asal China yang meraup kekayaan dari industri video game diduga punya lebih 100 anak yang dijaga, di mana menyebut dirinya sebagai "Ayah Pertama China."
Pengakuan ini menyoroti kecaman publik dan media karena sebagian besar anak-anak terlahir dari ibu pengganti—wanita yang mengandung dan melahirkan bayi untuk orang lain.
Pria bernama Xu Bo, pendiri Duoyi Network, salah satu perusahaan game terbesar di China, sekaligus merupakan sosok yang meluncurkan MMORPG populer Fantasy Westward Journey, berlokasi di Guangzhou, yang menjadi fondasi kekayaannya dengan mengaku sebagai ayah bagi lebih dari 300 anak, dilansir dari Oddity Central, Jumat (26/12/2025).
Selama bertahun-tahun, Xu dikenal akibat serangkaian pandangan misoginistik dan kontroversial mengenai anak-anak. Mantan pasangannya, Tang Jing, bertemu dari situs perjodohan pada 2009 dan hidup bersama selama 14 tahun tanpa status hubungan resmi menikah.
Keduanya diketahui terlibat dalam perselisihan keuangan, dan Tang mengaku telah menghabiskan dana dalam jumlah besar untuk membiayai kehidupan anak-anak Xu.
Tang Jing bahkan mengatakan kepada media SCMP jika pengeluaran yang diberikan ini difokuskan untuk merawat banyaknya anak tersebut.
"Selama dekade terakhir, pengeluaran yang dibutuhkan untuk memelihara dan merawat keluarga besar yang terdiri dari 300 anak ini sangat besar. Sebagian besar uang yang saya terima digunakan untuk biaya hidup sehari-hari kami selama waktu itu," ucapnya.
Meski telah memiliki anak hingga ratusan, ia bahkan sempat merekrut calon pasangan melaui media sosial dengan tujuan memiliki 50 putra dengan genetik dan kepribadian yang sesuai keinginannya. Ambisi ini sengaja dilakukan untuk mencapai rencana jangka panjang dalam memperluas jumlah anak di masa depan.