
Perang Dagang, Pengusaha Sebut Tarif Impor Trump Jadi Ancaman Serius (Foto: Shutterstock)
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyebut kebijakan reciprocal tariff alias tarif timbal balik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Anggawira mengatakan, kebijakan sepihak ini tidak hanya memicu ketegangan perdagangan internasional, tetapi juga berisiko menekan industri dalam negeri yang bergantung pada ekspor ke AS.
1. Daya Saing Melemah
Menurutnya, langkah Donald Trump dapat memperlemah daya saing Indonesia di pasar global, terutama di sektor manufaktur padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan elektronik.
Selain itu, potensi arus modal keluar akibat ketidakpastian global dapat mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah dan mengerek volatilitas di pasar keuangan.
“Kita menghadapi ancaman nyata. Tarif tinggi ini bisa memukul ekspor kita ke AS, memperburuk defisit perdagangan, dan berimbas pada lapangan kerja,” ujar Anggawira, Kamis (3/4/2025).