Surabaya, CNN Indonesia --
Manajemen hotel tempat berlangsungnya pesta seks sesama jenis atau gay puluhan pria di Surabaya, menegaskan tak mengetahui adanya kegiatan tersebut sebelum polisi melakukan penggerebekan.
Seorang perwakilan manajemen hotel di kawasan Ngagel, Surabaya, yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, saat penggerebekan pihak kepolisian sudah berkomunikasi dengan manajemen.
"Kalau kronologis lebih detailnya mungkin bisa langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang melakukan kegiatan tersebut. Tapi kronologi itu sudah dilakukan sesuai dengan SOP. Jadi di pihak kepolisian pun datang dengan surat penangkapan atau surat perintah seperti itu," kata perwakilan manajemen hotel saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kejadian penggerebekan, manajemen menegaskan tidak mengetahui adanya aktivitas pesta seks di kamar hotel yang digunakan. Menurutnya, setiap kamar adalah area privat yang menjadi hak penuh tamu.
"Dari pihak hotel yang pasti tidak tahu ya, kenapa tidak tahu, kejadian tersebut itu kan di dalam kamar gitu kan, di dalam kamar which is kamar adalah privasi semua tamu tanpa terkecuali ya, kita tidak memandang gender, kita tidak memandang umur, kita tidak memandang sosial," jelasnya.
Karena itu pihak hotel pun tak tahu menahu mengapa informasi itu bisa diketahui masyarakat sekitar bahkan hingga warga melaporkannya ke pihak kepolisian. Sebab manajemen pun tak menerima laporan apapun sebelumnya.
"Di saat kejadian ...