Liputan6.com, Dhaka - Bangladesh akan tetap mendukung populasi pengungsi Rohingya dan mempertahankan industri garmennya yang vital. Hal tersebut ditegaskan pemimpin baru Bangladesh Muhammad Yunus (84) pada hari Minggu (18/8/2024), dalam pidato pertamanya yang menguraikan kebijakan utamanya.
Yunus kembali dari Eropa bulan ini setelah revolusi yang dipimpin mahasiswa untuk mengemban tugas monumental dalam mengarahkan reformasi demokrasi di negara yang terkoyak oleh kemerosotan institusional.
Pendahulunya Sheikh Hasina (76) tiba-tiba meninggalkan negara itu beberapa hari sebelumnya dengan helikopter setelah 15 tahun berkuasa dengan tangan besi.
Menetapkan prioritasnya di hadapan para diplomat dan perwakilan PBB, Yunus berjanji melanjutkan dua tantangan kebijakan terbesar dari pemerintahan sementaranya.
"Pemerintah kami akan terus mendukung lebih dari satu juta orang Rohingya yang berlindung di Bangladesh," ungkap Yunus seperti dilansir France24, Senin (19/8).
"Kami membutuhkan upaya berkelanjutan dari komunitas internasional untuk operasi kemanusiaan Rohingya dan pemulangan mereka ke tanah air mereka, Myanmar, dengan rasa aman, bermartabat, dan hak penuh."
Bangladesh adalah rumah bagi sekitar satu juta pengungsi Rohingya.
Sebagian besar dari mereka melarikan diri dari Myanmar pada tahun 2017 setelah tindakan keras junta militer, peristiwa yang kini menjadi subjek penyelidikan genosida oleh pengadilan PBB.
* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.