PM Greenland Serukan Persatuan Pasca Pernyataan Kontroversial Trump

Liputan6.com, Nuuk - Perdana Menteri Greenland Mute Egede menyerukan persatuan dan meminta warganya untuk tidak panik setelah Greenland terlibat dalam pertarungan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Denmark akibat minat Donald Trump untuk menguasai wilayah tersebut.

Egede mengatakan dia memahami kekhawatiran masyarakat setelah Trump tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer dan ekonomi untuk menguasai Greenland. Namun, dia mengimbau warganya untuk menyisihkan perbedaan dan bersatu.

Pemerintah Egede mengeluarkan pernyataan pada Rabu (8/1) malam yang menegaskan hak Greenland untuk menentukan nasibnya sendiri. Pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Negara dan Urusan Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt itu menyebutkan bahwa pemerintah mengakui "peran penting Greenland bagi kepentingan keamanan nasional AS". Oleh karena itu, kata dia, terdapat pangkalan militer AS di Greenland.

Dalam pernyataan yang sama juga disebutkan, "Greenland menantikan untuk bekerja sama dengan pemerintahan AS yang akan datang dan sekutu-sekutu NATO lainnya untuk memastikan keamanan dan stabilitas di kawasan Arktik."

Pernyataan pemerintah Greenland menekankan pula bahwa mereka terbuka untuk meningkatkan dan membangun kerja sama yang konstruktif dengan tetangga terdekat.

"Greenland menantikan untuk mendiskusikan kemungkinan kerja sama bisnis, pengembangan sektor mineral Greenland, termasuk mineral-mineral penting, dan area relevan lainnya dengan AS," sebut pernyataan pemerintah Greenland.

Trump, dalam konferensi pers pada Selasa (7/1), menolak untuk menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland dan Terusan Panama. Dia juga menyatakan niatnya menggunakan "kekuatan ekonomi" untuk menjadikan Kanada bagian dari AS, memicu kontroversi global.

Militer AS memiliki kehadiran permanen di pangkalan udara Pituffik di barat laut Greenland, yang penting bagi sistem peringatan dini misil balistik AS, karena pulau ini merupakan jalur terpendek dari Eropa ke Amerika Utara.

Namun, pada Kamis (9/1) seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (10/1), Kedutaan Besar AS di Kopenhagen menyatakan AS tidak memiliki rencana untuk meningkatkan kehadiran militernya di Greenland. 

G...