Polandia Gandeng Indonesia Jadi Mitra Strategis, Gali Potensi Energi Nuklir hingga Pengembangan AI

Liputan6.com, Jakarta - Dalam mengatasi gelombang ekonomi yang penuh ketidakpastian di tengah perkembangan teknologi, di mana transisi digital menjadi tantangan terhadap setiap pebisnis. Polandia melihat perkembangan eknomi yang di Indonesia dapat memperluas kerja samanya pada lintas kawasan.

Isu ini disampaikan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Kamis (13/11/2025), mengenai "Building Bridges Between Europe and Asia: Poland's Engagement with Indonesia and the Indo-Pacific."

Dalam pemaparannya, Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Władysław Teofil Bartoszewski, menyampaikan bahwa Indonesia sebagai mitra ideal untuk berinvestasi yang menghubungkan pasar Eropa dan Asia.

Ia menjelaskan bahwa Polandia berupaya meningkatkan kerja sama yang berfokus pada bidang ekonomi dan perdagangan, khususnya dalam rantai pasok dan logistik lintas benua.

Sementara itu, Indonesia telah menghadapi penurunan ekonomi yang kini berhasil dipulihkan melalui transformasi struktural yang signifikan.

Transformasi dan Kebangkitan

Jika mengingat sejarah Polandia yang mengalami kebangkrutan ekonominya, negara tersebut kini berhasil bangkit dan mencatat nilai ekonomi mencapai satu triliun dolar AS (sekitar Rp16 kuadriliun) tertinggi di antara negara-negara Uni Eropa.

Pengalaman ini menjadi bukti terhadap transformasi ekonomi yang besar dapat dicapai melalui reformasi yang berkelanjutan. Kesamaan dengan Indonesia membuat tujuan Polandia bekerja sama pada bidang ekonomi yang tangguh dan berdaya asing semakin kuat.

Bukan hanya itu saja, dorongan dalam memperkuat ekonomi untuk membuka peluang perdagangan yang lebih luas di tingkat global juga dilakukan dengan hubungan langsung antara pelaku usaha.

"Kami ingin mengajak lebih banyak orang dari komunitas bisnis untuk berdiskusi tentang B2B (bisnis yang dilakukan antara sesama pelaku bisnis). Negara belum tentu mengajak pihak yang harus melakukan segalanya. Sedangkan, mesin pekermbangan di Polandria adalah perusahaan kecil dan menengah," ujarnya.