Putin: Rusia Akan Kembali Gunakan Rudal Baru dalam Kondisi Tempur

Liputan6.com, Moskow - Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia memiliki stok rudal baru yang sangat kuat dan siap digunakan. Pernyataannya muncul hanya sehari setelah negaranya meluncurkan rudal baru ke Kota Dnipro di Ukraina.

Dalam pidato mendadaknya di televisi pada Jumat (22/11/2024), Putin menjelaskan bahwa rudal Oreshnik tidak bisa dicegat dan dia berjanji akan melakukan lebih banyak uji coba, termasuk dalam kondisi tempur. Demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (23/11).

Penggunaan rudal Oreshnik oleh Rusia mengakhiri pekan yang penuh eskalasi dalam perang ini, yang juga menyaksikan Ukraina untuk pertama kalinya menembakkan rudal buatan Amerika Serikat (AS) dan Inggris ke Rusia.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk memberikan respons serius agar Putin merasakan akibat nyata dari tindakannya. Dia juga menambahkan bahwa negaranya sedang meminta bantuan dari mitra Barat untuk sistem pertahanan udara yang lebih canggih.

Menurut laporan Interfax-Ukraine, Ukraina sedang berusaha mendapatkan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari AS atau memperbarui sistem pertahanan anti-misil Patriot yang sudah dimilikinya.

Dalam pidato terbarunya, Putin mengatakan pula bahwa rudal hipersonik Oreshnik terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara dan telah diperintahkan untuk diproduksi secara massal. Sebelumnya, dia mengatakan penggunaan rudal ini adalah respons terhadap penggunaan rudal jarak jauh Storm Shadow dan ATACMS oleh Ukraina.

Serangan ke Dnipro pada hari Kamis (21/11) digambarkan sebagai sesuatu yang tidak biasa oleh saksi mata, dengan ledakan yang berlangsung selama tiga jam.

Serangan tersebut termasuk peluncuran rudal yang sangat kuat, hingga pejabat Ukraina menyebutnya mirip dengan misil balistik antarbenua (ICBM).

Kritik Ukraina untuk China

...