Jakarta -
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp 246,58 triliun hingga Oktober 2024. Angka realisasi ini baru mencapai 88,06% dari target penyaluran KUR 2024 sebesar Rp 280 triliun.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Ferry Irawan mengatakan penyaluran KUR tersebut diberikan kepada 4,27 debitur. Dari total debitur itu, Ferry menyebut ada 1,9 juta debitur baru.
"Nah di 2024 sendiri, kalau kita lihat tadi sampai dengan 31 Oktober realisasinya sudah mencapai 246 triliun. Di 2023 karena satu dan lain hal kita memang di bawah target, tapi di 2024 mudah-mudahan dari target awal Rp 280 triliun sampai dengan akhir tahun kita harapkan itu bisa kita capai gitu ya," kata Ferry dalam acara KUR Meets The Press, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry menjelaskan sebanyak 60% dari total debitur KUR 2024 merupakan golongan desil 1-4. Sementara untuk penerima KUR, pihaknya tidak hanya menyalurkan KUR ke sektor perdagangan saja, tapi juga usaha yang produktif. Per 30 September 2024, sebanyak 57% penyaluran KUR diberikan k3 sektor produktif.
Selain itu, sebesar 49% dari total debitur KUR 2024 berhasil graduasi ke skema pembiayaan yang lebih tinggi.
"Jadi kalau di samping yang debitur baru, kita juga mendorong graduasi. Jadi yang sudah fasih dan sudah bisa berkembang itu idealnya dia tidak mengakses KUR lagi tapi ke komersial. Atau dari kita punya beberapa segmen, segmen yang lebih rendah ke segmen yang lebih tinggi, terkait dengan pengembangan usahanya, maka kita meng-introduce graduasi. Di data kita, yang kita rekap di bulan Mei 2024 itu 49% dari debitur kita itu tergraduasi," jelas Ferry.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keua...