Recall Pesawat Airbus A320 Bikin Kacau Penerbangan Dunia

Jakarta -

Raksasa dirgantara Eropa, Airbus, mengumumkan perintah perbaikan perangkat lunak (software) mendesak terhadap sekitar 6.000 pesawat A320. Ini merupakan aksi penarikan (recall) terbesar yang mengancam lebih dari separuh armada global, dan diperkirakan menyebabkan kekacauan signifikan pada penerbangan di seluruh dunia, terutama jelang akhir pekan tersibuk di Amerika Serikat (AS), yaitu Thanksgiving.

Kejadian ini menjadi salah satu penarikan (recall) terbesar yang memengaruhi Airbus dalam sejarah 55 tahunnya, dan terjadi beberapa minggu setelah A320 melampaui Boeing 737 sebagai model yang paling banyak dikirimkan. Pada saat Airbus mengeluarkan buletinnya kepada lebih dari 350 operator pesawat, sekitar 3.000 jet keluarga A320 sedang justru sedang mengudara.

Airbus mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa insiden baru-baru ini yang melibatkan pesawat A320 telah mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang intens dapat merusak data yang penting untuk fungsi kendali penerbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Airbus mengakui rekomendasi ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan," kata perusahaan itu, dikutip dari Reuters pada Sabtu (29/11/2025).

Sumber-sumber industri mengatakan insiden yang memicu tindakan perbaikan mendadak itu melibatkan penerbangan JetBlue dari Cancun, Meksiko, ke Newark, New Jersey, pada 30 Oktober, di mana beberapa penumpang terluka menyusul penurunan ketinggian yang tajam. Penerbangan tersebut melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida, setelah masalah kendali penerbangan dan penurunan ketinggian mendadak yang tidak diperintahkan.

Masalah tersebut ada pada sistem penerbangan yang disebut Elevator and Aileron Computer (ELAC), yang mengirimkan perintah dari side-stick pilot ke elevator di bagian belakang. Sistem ini pada gilirannya mengontrol pitch atau sud...