RI Bakal Punya AI Seperti DeepSeek, Luhut: Masa China-AS Saja yang Bisa?

Jakarta -

Indonesia tengah dalam proses pengkajian untuk pembuatan teknologi Artificial Intelligence (AI) menyerupai DeepSeek asal China. Studi tengah dilakukan sejumlah pihak dalam rangka pengembangan teknologi tersebut.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia telah memiliki pengalaman mengembangkan data center, dan tengah dalam proses pemanfaatan energi hijau untuk operasinya. Menurutnya, bukan tidak mungkin RI juga mencoba untuk mempelajari pembuatan AI.

"Orang bicara DeepSeek, ya kita bikin saja studi mengenai itu. Kenapa tidak bisa? Tidak selalu mahal-mahal harganya itu kok. Bisa, asal kita mau, kita mulai dari situ kita mulai. Kita tahu kita bisa sampai di mana. Masa Cina saja yang bisa? Masa Amerika saja yang bisa?," kata Luhut, dalam acara Economic Insight 2025 di Westin Hotel Jakarta, Rabu (19/2/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak anak-anak pintar yang memiliki kemampuan luar biasa. Hal ini terlihat dari keberhasilan dalam pembuatan aplikasi PeduliLindungi yang sangat diandalkan saat pandemi Covid-19 lalu. Begitu pula dengan aplikasi Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA) dan e-Katalog.

"e-Katalog yang bikin anak Indonesia. Apa lagi? Itu saya bilang, lebih 300 anak-anak muda Indonesia. Jadi kadang-kadang kita tidak bangga jadi orang Indonesia, kita hanya lihat kurangnya. Betul, kalau tidak kurang dimana sih yang sempurna?," ujarnya.

Luhut sendiri meyakini bahwa tidak ada yang sempurna, hal ini termasuk juga dengan kebijakan-kebijakan maupun sistem baru yang diusung pemerintahan saat ini. Namun tetap, bila dibandingkan beberapa negara dengan permasalahan yang lebih pelik, ia merasa Indonesia masih lebih baik.

"Di Amerika itu homeless, kita tidak ada homeless di sini. Banyak itu Anda lihat...