Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana pemerintah membeli tambahan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) disebut memiliki potensi beban lingkungan dan kebutuhan modal lantaran dilakukan di tengah gangguan operasional di tambang Grasberg.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar mengatakan untung tidaknya akuisisi 12% saham Freeport dalam waktu dekat tergantung pada harga yang harus dibayar pemerintah, berikut klausul dalam perjanjian jual-beli saham tersebut.
“Misalnya [jika ada perjanjian] soal tanggung jawab pemulihan lingkungan akibat longsor, penentuan manajemen pengendali, penyiapan dana pengembangan, serta kompensasi perpanjangan IUPK [izin usaha pertambangan khusus],” ujarnya saat dihubungi, Jumat (10/10/2025).
Truk mengangkut bijih ke mesin penghancur di area bawah tanah di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport./Bloomberg-Dadang Tri
Bisman menyebut jika MIND ID mengakuisisi 12% saham Freeport dengan harga murah, bahkan gratis, sedangkan tanggung jawab pemulihan tambang Grasberg masih berada di tangan manajemen lama; maka pemerintah bisa diuntungkan.
Sebaliknya, jika harga saham tinggi dan tanggung jawab lingkungan berpindah kepada pihak pembeli, risiko beban yang akan ditanggung pemerintah akan besar lantaran MIND ID perlu menyiapkan dana pemulihan dan pengembangan yang tidak kecil.
