Rusa Ikonik di Florida Terancam Akibat Naiknya Permukaan Laut

Liputan6.com, Washington DC - Rusa Key (Odocoileus virginianus clavium), subspesies terkecil dari rusa berekor putih, hidup di lahan basah pinus dan rawa yang dibatasi oleh Samudra Atlantik dan Teluk Meksiko di Florida Keys.

Selama bertahun-tahun, ancaman terbesar mereka adalah kendaraan yang melaju di sepanjang US Highway 1 atau jalan-jalan sekitarnya, dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (22/11/2024)

Namun perairan di sekitar pulau-pulau tersebut kini menimbulkan risiko jangka panjang terbesar bagi kawanan rusa yang berjumlah sekitar 800 ekor ini karena kenaikan permukaan laut membahayakan satu-satunya habitat mereka.

Rusa kecil yang karismatik ini telah terdaftar sebagai rusa yang terancam punah selama hampir 60 tahun setelah jumlah mereka menurun menjadi sekitar 50 ekor akibat perburuan. Namun mereka berhasil pulih secara luar biasa, dengan populasi puncak sekitar 1.000 pada pertengahan tahun 2010-an sebelum parasit mematikan dan Badai Irma menewaskan banyak di antara mereka.

Namun, para ahli dan pencinta satwa liar mengatakan kisah sukses konservasi tersebut saat ini berisiko dirusak oleh perubahan iklim. Kenaikan permukaan laut telah mengubah lanskap Big Pine Key dan setidaknya 20 pulau kecil yang menjadi habitat rusa tersebut.

Chris Bergh, direktur program lapangan Nature Conservancy, termasuk yang mengkhawatirkan itu.

"Kita tidak bisa mengatasi tantangan perubahan iklim dengan cukup cepat. Saya perkirakan pada tahun 2050 kita akan berada di kedalaman air setinggi 30 sentimeter dan kemudian pada pertengahan tahun 2100, kita akan berada di kedalaman setinggi pinggang di sini. Pada saat itu, tidak akan ada populasi rusa Key yang bisa hidup di sini, di Florida Keys, tapi saya kira mereka mungkin akan diselamatkan, dengan membawa mereka ke kebun binatang. Tapi ini akhir yang menyedihkan untuk spesies Florida Key yang sangat menarik dan ikonik ini," kata Bergh.

Insiden perusakan kendaraan terjadi di Jl. Raya Cilincing, Jakarta Utara (5/11/2024). Lagi-lagi perusakan kembali dilakukan oleh rombongan pengantar jenazah. Seorang sopir truk resah menjadi korban arogansi rombongan pengantar jenazah.