Liputan6.com, Moskow - Seorang pembunuh Rusia yang dibebaskan dari penjara untuk bertempur di Ukraina, namun kemudian membunuh seorang wanita tua, telah dibebaskan untuk kedua kalinya untuk kembali ke garis depan perang. Demikian menurut kerabat korban.
"Pembunuh nenek saya lolos dari hukuman atas kejahatannya – lagi – dan pergi berperang," kata Anna Pekareva, cucu perempuan Yulia Byuskikh, kepada BBC, seperti dikutip Rabu (28/8/2024).
Pada tahun 2022, Ivan Rossomakhin dibebaskan dari penjara, tempat dia menjalani hukuman 14 tahun atas pembunuhan, untuk bergabung dengan kelompok tentara bayaran Wagner.
Dia kemudian diizinkan untuk kembali ke rumahnya di Distrik Vyatskiye Polyany di Wilayah Kirov Rusia. Di sana, dia menyerang dan membunuh Yulia yang berusia 85 tahun di rumahnya sendiri.
Pada bulan April tahun ini, Rossomakhin yang berusia 29 tahun dinyatakan bersalah atas pemerkosaan dan pembunuhan Yulia dan dijatuhi hukuman 22 tahun di penjara dengan keamanan tinggi, yang kemudian ditingkatkan menjadi 23 tahun. Pengadilan mencatat bahwa pembunuhan itu melibatkan kebrutalan ekstrem.
Namun, Anna mengatakan kepala penjara telah memberi tahu keluarga bahwa Rossomakhin dibebaskan pada tanggal 19 Agustus – hanya satu pekan setelah dimulainya hukumannya.
"Saya membaca laporan forensik dan saya tahu apa yang dilakukan orang ini kepada nenek saya. Sungguh mengerikan bahwa dia dibebaskan lagi," kata Anna, seraya menambahkan, "Fakta bahwa ini terjadi di Abad ke-21 ... tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang terjadi!"
* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.