Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tercatat aktif melakukan manuver politik luar negeri sepanjang satu tahun masa pemerintahannya pada rentang 20 Oktober 2024 - 20 Oktober 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis dari berbagai sumber resmi, tercatat ada 6 negara yang dikunjungi Prabowo pada awal pemerintahannya. Negara-negara Yang dikunjungi Prabowo meliputi China, AS, Peru, Brasil, Inggris, hingga Uni Emirat Arab pada rentang waktu 8-23 November 2024.
Adapun, secara keseluruhan Presiden Prabowo melaksanakan 33 lawatan luar negeri selama setahun kepemimpinannya. Kunjungan tersebut mencakup kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika.
Gaya diplomasi luar negeri Prabowo yang lebih aktif terlibat langsung dibandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya juga telah membawa sejumlah hasil, baik dari sisi ekonomi maupun politik.
Berikut adalah beberapa pencapaian diplomasi luar negeri yang berhasil dicapai Prabowo lewat manuver-manuvernya selama setahun terakhir:
Buka Akses Pasar Baru Lewat Perjanjian Dagang
Salah satu capaian paling menonjol adalah terwujudnya kesepakatan perdagangan strategis. Pada 11 Agustus 2025, Indonesia dan Peru resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia-Peru Economic Partnership Agreement (IP-CEPA). Prabowo menyebut perjanjian ini akan memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.
Kemudian, pada 23 September 2025, Indonesia dan Uni Eropa menyelesaikan negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan menandatangani kesepakatan pokok yang membuka jalan bagi penghapusan tarif pada sebagian besar pos ekspor Indonesia.
Kesepakatan tersebut berh...