Jakarta (ANTARA) - Fosil berusia 430 juta tahun mengungkapkan bahwa lintah awalnya merupakan pemburu hewan-hewan laut kecil di lautan sebelum kemudian berevolusi menjadi hewan penghisap darah, menurut penelitian teranyar baru-baru ini.
Penemuan fosil berusia 430 itu juta tahun telah mengubah usia sejarah lintah. Sebelumnya, ahli paleontologi memperkirakan bahwa lintah muncul sekitar 150–200 juta tahun lalu. Dengan ditemukannya fosil tersebut, ternyata kemunculan lintah di bumi telah ada 200 juta tahun lebih awal lagi.
Melansir Science Daily, tidak seperti lintah masa kini yang menghisap darah dengan menusukannya ke kulit inang, nenek moyang lintah kemungkinan besar merupakan predator laut yang berburu hewan laut kecil menggunakan penghisap ekornya yang besar.
Hal itu ditandai dengan temuan fosil yang menunjukkan bentuk tubuh bersegmen seperti tetesan air dengan fitur penghisap besar di bagian ekor, yang mirip dengan fitur yang ada pada lintah modern.
Bedanya, fosil ini tidak memiliki fitur penghisap di bagian depan seperti yang digunakan lintah masa kini untuk menempel dan menghisap darah inangnya.
Baca juga: Bengkulu ekspor 6.000 lintah ke Malaysia dan Filipina
Ketiadaan fitur itu memberi petunjuk bahwa nenek moyang lintah bukanlah penghisap darah mamalia, reptil, dan vertebrata lainnya, melainkan predator laut yang memangsa hewan bertubuh lunak kecil secara utuh atau menyedot cairan tubuh mangsanya.
Fosil langka itu ditemukan di Biota Waukesha, Wisconsin, Amerika Serikat (AS), dengan kondisi pengawetan yang luar biasa, yang membuat spesimen itu tetap terjaga berikut penampakan detailnya.
Para peneliti mengaku sulit untuk memahami asal-usul lintah karena lintah masuk ke dalam hewan bertubuh lunak yang lintah...