Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari proses restorasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Jumat, 28 November 2025. Restorasi dijanjikan terus berlangsung demi memastikan habitat gajah Sumatra tidak diganggu.
"Kami terus bekerja untuk memastikan rumah (gajah) Domang dan kawan-kawan tidak diganggu, dan mereka bisa hidup di alam bebas," ujar Menhut melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Sabtu (29/11/202. Sebelumnya, kata dia, Wamenhut Rohmat Marzuki telah memulai restorasi.
Ia menyebut, restorasi akan fokus dilakukan di lahan seluas 31 ribu hektare, yang nantinya akan meluas jadi 80 ribu hektare. Raja mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Satgas Penggunaan Kawasan Hutan (PKH) untuk mengembalikan Tesso Nilo sebagai habitat gajah Sumatra.
Di sisi lain, Menhut mengaku tahu adanya resistensi dari masyarakat. "Ini (resistensi masyarakat) bukan problem yang muncul satu atau dua tahun belakangan, tapi sudah terjadi puluhan tahun," tuturnya.
"Dengan pendekatan persuasif selama lima bulan terakhir, insya Allah paling lambat pertengahan Desember (2025) kita akan mulai merelokasi teman-teman (warga), terutama yang ada di 31 ribu hektare kawasan inti. Ada sekitar 394 KK yang akan kita pindahkan dengan damai, dengan musyawarah tentunya."
Warga lainnya, kata Menhut, diharapkan menyusul. Ia berkata, "Mereka juga akan dengan damai kita pindah ke tempat yang memang akan dilegalkan untuk mereka, tapi sekali lagi, bukan di Taman Nasional yang sudah dit...