PBB, pada Senin (10/2), menangguhkan operasi kemanusiaan di kubu Houthi Yaman setelah kelompok pemberontak itu menahan delapan lagi staf PBB. Penangguhan tersebut memengaruhi respons global terhadap salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
Dalam pernyataannya, PBB mengatakan keputusan "luar biasa" untuk menghentikan semua operasi dan program di provinsi Saada, Yaman utara, terjadi karena kurangnya kondisi dan jaminan keamanan yang diperlukan.
Pemberontak Houthi dalam beberapa bulan terakhir telah menahan puluhan staf PBB dan juga orang-orang yang terkait kelompok bantuan, masyarakat sipil, dan Kedutaan Besar AS yang pernah dibuka di Sanaa, ibu kota Yaman. Belum ada satu pun staf PBB yang dibebaskan.
Juru bicara Houthi tidak segera menanggapi pesan yang meminta komentar.
Pernyataan PBB mengatakan bahwa jeda operasi dimaksudkan untuk memberi waktu bagi Houthi dan badan dunia itu untuk "mengatur pembebasan p...