Dr. Jiyoung Ahn, Florencia McAllister, M.D., profesor madya onkologi medis gastrointestinal di MD Anderson Cancer Center, University of Texas, mengungkap bahwa ia telah melakukan pelacakan terhadap mikroba di rongga mulu dan sampel feses.
"Di masa mendatang, karakterisasi dan modulasi mikroba dapat menjadi bagian penting dari pencegahan kanker yang dipersonalisasi," ujar McAllister yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Sedangkan, Dr. Purnima Kumar, ketua Departemen Periodontik dan Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Michigan, menegaskan bahwa penyakit mulut tidak dapat dipisahkan dengan penyakit di organ tubuh lain, seperti kanker pankreas.
Ia juga menyampaikan bahwa faktor lainnya dapat dipengaruhi oleh pola hidup yang buruk, seperti merokok, minum alkohol, serta vaping, yang dapat mengotori dalam mulut.
Oleh karena itu, para peneliti berencana untuk menyelidiki peran virus di dalam mulut dan menyelidiki bagaimana pengaruh mikrobioma berkontribusi terhadap kelangsungan hidup pasien kanker.