Liputan6.com, Jakarta - Mikroplastik kini benar-benar mustahil dihindari. Para peneliti di Universitas Concordia Kanada menemukan bahwa rata-rata orang menelan antara 39 ribu hingga 52 ribu partikel mikroplastik setiap tahunnya berdasarkan hasil analisis lebih dari 140 artikel ilmiah.
Namun, risiko bertambah bila anda memiliki kebiasaan meminum air dari botol plastik sekali pakai. Sebuah studi baru menemukan bahwa Anda bisa menelan 90.000 polimer berbahaya ini setiap tahun dibandingkan dengan mereka yang hanya minum air keran.
Paparan mikroplastik terjadi ketika partikel terlepas dari permukaan bagian dalam botol dan larut ke dalam air, terutama saat botol ditekan atau dipanaskan.
"Minum air dari botol plastik boleh-boleh saja dalam keadaan darurat, tetapi sebaiknya tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Sarah Sajedi, pakar manajemen lingkungan dan penulis utama studi tersebut, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari NY Post, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Pada 2024, air minum kemasan tetap menjadi minuman kemasan terlaris di Amerika Serikat selama sembilan tahun berturut-turut, mengalahkan soda berkarbonasi dan minuman buah, menurut data industri.