Liputan6.com, Washington D.C - Dari remaja hingga lansia, banyak yang menyukai kopi dengan berbagai takaran gula sesuai keinginan. Kenikmatannya ini telah mengungkap dapat melindungi kesehatan jantung dari gangguan irama detak jantung yang berbahaya.
Menurut studi terbaru, minum secangkir kopi sehari dapat melindungi kondisi jantung dari Fibrilasi atrium atau dikenal sebagai A-Fib, di mana kondisi ini diperkirakan memengaruhi 1 dari 22 orang Amerika Serikat, gangguan penyakit yang tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dua dekade lalu, dilansir dari Independent, Kamis (13/11/2025).
Gangguan irama jantung yang dinamai A-Fib dapat mengakibatkan kematian jantung mendadak, gagal jantung, dan stroke. Biasanya dokter menyarankan pasien dengan masalah jantung untuk menghindari kafein yang mencegah peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
Namun, riset yang ditemukan memberikan fakta sebaliknya bahwa mengonsumsi kopi setiap hari justru menurunkan risiko episode A-Fib hingga 39 persen.
Kandungan Baik Kopi
Kopi mengandung senyawa lain yang bersifat anti-inflamari dan diuretik, yang berpotensi menurunkan tekanan darah dan menekan risiko A-Fib.
Dr. Gregory Marcus, ahli elektrofisiologi dari University of California, San Francisco Health, mengatakan bahwa kopi meningkatkan aktivitas fisik yang diketahui mengurangi fibrilasi atrium.
Ia bersama rekan penulisnya mempelajari kesehatan 200 orang dewasa di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia yang memiliki A-Fib atau kondisi jantung serupa "atrial flutter" selama enam bulan.
Setelah menjalani prosedur kardioversi elektrik, yaitu kejutan listrik yang menggeser jantung ke ritme normal, para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Separuh dari mereka diminta minum setidaknya satu cangkir kopi sehari, sementara separuh lainnya diminta menghindari seluruh kafein.
Presiden Donald Trump kembali mengguncang dunia dengan kebijakan tarif besar-besaran tahun 2025. Kebijakan ini mengakhiri tren global selama puluhan tahun soal perdagangan bebas dan membuka potensi krisis baru.