JAKARTA – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengecam rencana pemerintah yang mewacanakan pembangunan kembali mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
FSGI menilai, langkah tersebut melukai rasa keadilan keluarga korban tragedi ambruknya bangunan yang menewaskan puluhan santri awal Oktober lalu.
“Seharusnya dilakukan investigasi dulu atas tragedi ambruknya bangunan Ponpes di Sidoarjo. Jangan langsung dibangun, apalagi dengan biaya APBN. Insiden itu menewaskan 67 santri, yang notabene masih anak-anak,” ujar Ketua Dewan Pakar FSGI Retno...