Liputan6.com, Jakarta - Sebuah tren kesehatan baru di media sosial mempromosikan 'dark showering' atau mandi gelap. Sesuai namanya, ini adalah ritual mandi harian tetapi dilakukan pada malam hari atau dengan lampu redup. Tren ini disebut dapat membantu tidur lebih nyenyak karena pengaruh kuat cahaya pada otak.
Dr. Daniel Amen, seorang psikiater, spesialis pencitraan otak, dan pendiri Amen Clinics di California, menjelaskan logika di balik tren yang sedang viral ini. Kunci untuk memahami mandi gelap adalah memahami bagaimana cahaya memengaruhi otak kita.
"Cahaya sangat kuat memengaruhi otak," kata Dr. Amen kepada Fox News Digital, dikutip NY Post, Selasa, 11 November 2025.
Proses ini terjadi melalui saluran retinohipotalamus, sebuah jalur yang menghubungkan mata Anda langsung ke jam master tubuh di otak, yang disebut nukleus suprakiasmatik. Saat mata mendeteksi cahaya terang dan cahaya biru, seperti dari layar ponsel atau lampu neon, otak mendapat sinyal untuk bangun.
Sinyal ini bekerja dengan cara meningkatkan hormon stres kortisol dan menekan produksi melatonin, dikenal sebagai hormon tidur. Sebaliknya, ketika lampu padam atau sangat redup, otak menerima pesan yang berlawanan.
"Cahaya redup atau tidak ada cahaya sama sekali memberi sinyal keamanan, mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, dan memulai proses alami tubuh untuk beristirahat dan masuk ke mode perbaikan," jelas Dr. Amen. "Pikirkan pencahayaan redup sebagai cara mengecilkan ‘radar ancaman’ di otak," katanya.
Ketika 'radar' ini diturunkan, stimulasi yang diterima otak ...