UNRWA Sebut Israel Melakukan Pembongkaran di Tepi Barat, Paksa Warga Palestina Mengungsi

JAKARTA - Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan, otoritas pendudukan Israel sedang melakukan operasi pembongkaran di Tepi Barat utara dan memaksa penduduk mengungsi dari wilayah mereka.

UNRWA mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Hari Rabu, Kamp Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams telah dibongkar dan penduduknya dicegah untuk kembali, dilansir dari WAFA 22 Oktober.

Lebih jauh UNRWA mencatat, kekerasan pasukan pendudukan dan perluasan permukiman telah menyebabkan pengusiran paksa warga Palestina dari tanah mereka.

UNRWA memperingatkan bahwa praktik-praktik ini membuka jalan bagi aneksasi.

UNRWA menambahkan, "hukum Israel yang menentang badan tersebut telah mengakibatkan penutupan sekolah-sekolah PBB di Tepi Barat dan pemecatan staf internasional."

Terpisah, sumber-sumber medis di Jalur Gaza mengumumkan pada Hari Rabu, jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza telah mencapai 68.234 jiwa, sementara 170.373 orang luka-luka sejak sejak konflik dengan Israel pecah di wilayah kantong itu pada 7 Oktober 2023.

Sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober, lebih dari 88 warga Palestina telah tewas dan 315 lainnya terluka, sementara tim penyelamat telah menemukan 436 jenazah dari bawah reruntuhan.